BLOGGER TARAKAN KOMUNITAS
Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com
Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com

Tuesday, January 20, 2009

Kembangkan Agathis Dammara, Datangkan 100 Ribu Anakan dari Bogor

Mengikuti Ekspedisi Tengkawang dan Agathis (4)

Ke hutan agathis lebih menantang. Itulah satu kalimat yang diungkapkan bagi mereka yang pernah menjelajahi hutan Tengkawang dan Agathis yang ada di Tarakan.

HERLIN LILING TASIK

UNTUK bisa tiba di lokasi yang dituju, memerlukan waktu tempuh 2,5 jam. Lebih lama 1 jam dibandingkan menjelajah ke hutan yang terdapat potensi Tengkawangnya. Pasalnya jalan yang dilalui sangat menantang. Tim ekspedisi kembali melewati tanah longsor yang dibawahnya ada jurang cukup dalam. Jelas ini membuat tim lebih hati-hati. “Sangat bagus tapi melelahkan,” begitu kata Michael tim ahli DED (deutscher entwicklungs dienst) yang baru tiba di hotel pada pukul 08.00 setelah melakukan ekspedisi. Meskipun tidak ada rawa tetapi jalan yang dilalui harus ekstra hati-hati.

“Di sini lebih menantang dari hutan yang ada di Gunung Selatan. Tidak ada rawa tapi melewati tanah longsor dan menyeberangi sungai kecil. Menebas rumput-rumput yang tinggi dan ranting yang menghalangi jalan. Langkah kaki berat, lelah, tapi tetap bersemangat,” katanya.

Di hutan ini kita bisa menemukan pohon agathis berjenis borneensis yang usianya ratusan tahun. Sedangkan agathis jenis lainnya terdapat di pulau Jawa. Perbedaan keduanya bisa dilihat dari bentuk daunnya. “Kalau jenis agathis dammara daunnya agak kecil dan memanjang sedangkan jenis borneensis daunnya lebih lebar,” terang Jaini, staf rehabilitasi hutan dan lahan dinas kehutanan, pertambangan dan energi, Tarakan.

Agathis sangat potensial dikembangkan di Tarakan. Apalagi banyak manfaat dan harganya bagus di pasaran ekspor. Untuk itu, Dishutamben Tarakan mendatangkan agathis lainnya, yaitu jenis dammara dari Bogor sebanyak 100 ribu anakan. Selain sudah beberapa yang ditanam, anakan pohon lainnya masih disimpan di area persemaian dishutamben yang ada di simpang Intraca. “Untuk dikembangkan di Tarakan memang sangat cocok tetapi harus melihat jenis tanahnya juga,” kata Jaini.

Kembali ke ekspedisi. Dalam perjalanan ini, lagi-lagi Global Position System (GPS) punya peranan signifikan sebagai petunjuk arah jalan menuju area pohon yang dimaksud.

Untuk diketahui, selain mengamati dan meneliti keadaan hutan di Tarakan, ini adalah upaya dinas kehutanan dalam menjaga hutan lindung yang ada di Tarakan agar tidak ditebang secara liar oleh warga maupun pihak yang mempunyai kepentingan tertentu. Disamping itu juga agar paru-paru kota bisa terjaga dan anak cucu kita bisa terus menghirup udara segar setiap hari karena racun yang dikelaurkan asap pabrik, kendaraan maupun gas beracun lainnya bisa diambil oleh tumbuhan untuk digantikan oksigen yang dibutuhkan manusia dan hewan. (bersambung)

Labels: , , ,

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home