BLOGGER TARAKAN KOMUNITAS
Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com
Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com

Thursday, February 21, 2008

kehutanan bukan berarti nebang kayu

di era keterbukaan sekarang forester untuk mendapatkan pekerjaan tidak harus bekerja di hph atau hati atau di pemerintahan menurut hasil analisa departemen kehutanan penghasilan dari hutan .masalah catting log cuma mendapatkan 5 % dari hasil keseluruhan dari hutan. bagi forester banyak pr yang harus di kerjakan saat ini dan saat mendatang. antara lain bagaimana kita mempunyai pemikiran (konsep ) dimana jasa jasa selain dari kayu itu kita garap , misal Jasa lingkungan jasa iklim mikro yang di ciptakan oleh hutan itu sendiri,hasil hutan non kayu yang sampai sekarang hampir belun tersentuh oleh para forester dan jasa jasa yang lain masih bayak lagi. masalah tersebut di atas perlu kita gaongkan ,kapan lagi kalau bulan sekarang dan stop pembalakan mari kita manfaatkan jasanya salam rimbawan (jaini angkatan 89)

Labels:

Saturday, January 5, 2008

Jenis Mangrove Baru....


Jenis tumbuhan yang ada di hutan mangrove seperti: Api-api; Bakau; Bius; Prepat; Prengat; Inggili; Bruguiera/kayu merah; Klungkum/Gedangan dan Nipah. Selama ini yang kita ketahui kalau tumbuhan pasti daunnya hijau dan batangnya coklat. di Tarakan ada anakan Mangrove batang dan daunnya berwarna kuning, kemungkinan dari jenis Rhizophora. Tumbuhan langka tersebut perlu dikembangkan, jika di daerah lain ada jenis tersebut dan bagi yang membuka blog ini, boleh deh dikasih informasi ke kami supaya ada tambahan wawasan mengenai mangrove khususnya jenis langka tersebut.

Labels:

Thursday, September 6, 2007

Konservasi Mangrove di Mamburungan Tarakan


Mangrove sangat penting bagi kehidupan ekosistem perairan pantai disamping itu mangrove juga bisa sebagai penahan gelombang dan masih banyak lagi kegunaanya. Dari aspek pendapatan asli daerah (PAD) kawasan mangrove bisa dikembangkan sebagai kawasan wisata (Ecotourism) dan juga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar kawasan mangrove. Di Kota Tarakan masih ada kawasan hutan mangrove yang masih virgin yang luasannya kurang lebih 200 ha, kasawan tersebut berlokasi di kelurahan mamburungan Kec. Tarakan Timur. Masyarakat sekitar kawasan dapat mengantungkan hidupnya dengan membuat kelong (jebakan ikan). Kondisi tersebut menjadikan pemerintah daerah lebih mudah untuk mengarahkan atau mengembangkan kawasan tersebut menjadi kawasan wisata mangrove. Dengan menonjolkan keunikan budaya sosial ekonomi masyarakat di sekitar kawasan. Tugas dan tanggungjawab yang harus di lakukan oleh pemerintah daerah adalah menambah beberapa fasilitas antara lain membuat trayek ketinting untuk menuju dan menikmati kawasan tersebut jika air laut pasang, membuat jalan (jembatan ulin ) di dalam kawasan di mana bisa di gunakan untuk menikmati kawasan dengan berjalan kaki, fasilitas parkir dan lainnya yang bisa menunjang kasawan tersebut manjadi kawasan wisata. Jika konsep tersebut terwujut yang jelas PAD masuk, Ekonomi Masyarakat di sekitar kawasan juga meningkat. Kegunaan Mangrove dari segi pendidikan, kawasan tersebut dapat digunakan sebagai kawasan penelitian dan pengembangan melalui pendidikan lingkungan [Jinkeren]

Labels:

Monday, May 21, 2007

Kebijakan Pengelolaan Lingkungan

Pengelolaan jasa lingkungan perlu disinergikan antara pemakai jasa lingkungan dan pengelola lingkungan. Jasa lingkungan dapat berupa air PDAM, Ekowisata, Keragaman Hayati dan lain-lain....
selengkapnya bisa download disini:

Labels:

Saturday, May 5, 2007

Nephenthus sp Jenis yang dilindungi


Nephenthus sp (kantung semar) merupakan jenis tumbuhan dari hutan yang dulunya tidak ada yang melirik sama sekali keberadaanya, sekarang menjadi primadona dan diburu oleh banyak orang untuk dikoleksi, dijual bahkan untuk usaha tanaman hias.....jika hal ini terus menerus dilakukan ekploitasi tanpa memperhatikan keberadaannya di lapangan maka akan punah...di Kalimantan Timur sangat banyak dijumpai jenisnya, bahkan di Pulau Tarakan sendiri yang konon hanya mempunyai luas daratan +- 25000 ha aja ada 5 jenis. Upaya konservasi belum banyak dilakukan oleh kalangan akademisi, walaupun sudah ada yang melakukan belum dapat dikatakan berhasil, upaya tersebut harus melibatkan stakeholders. Sehingga tumbuhan khas Kalimantan Timur tidak akan punah dan anak cucu kita bisa mengetahui jenis, bentuk, habitatnya sampai akhir zaman...

Labels: