BLOGGER TARAKAN KOMUNITAS
Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com
Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com Poliagro Tarakan Kalimantan Timur ~ agrokaltim.blogspot.com

Thursday, January 15, 2009

Penuh Rintangan, Lalui Jalan yang Lebarnya Hanya Dua Jengkal

Mengikuti Ekspedisi Tengkawang dan Agathis (2)

Dalam ekspedisi Tengkawang yang digelar Sabtu (10/1) lalu banyak sekali potensi hutan di Tarakan yang ditemukan sepanjang jalan yang dilalui. Dan, potensi tersebut termasuk tanaman yang khas dari Kalimantan, yaitu kantong semar.

HERLIN LILING TASIK

KANTONG SEMAR yang nama latinnya dikenal dengan nama Nepenthes sp termasuk tanaman yang khas dari Kalimantan dan langka ditemukan di daerah lain. Sepanjang perjalanan tanaman yang bentuknya unik dan saat ini sedang ‘digilai’ pencinta tanaman hias. Tidak terkecuali Michael tim ahli dari Deutscher Entwicklungs Dienst (DED) yang sempat mengabadikan ketika melihat tanaman ini di sepanjang jalan yang dilalui menuju lokasi ditemukannya pohon Tengkawang yang berusia ratusan tahun.

Seperti yang diketahui bahwa kantong semar tak hanya penampilannya yang istimewa tapi tanaman ini juga menyimpan potensi bisnis yang patut diperhitungkan. Bentuknya terbilang unik. Mengantong dan membulat di bagian ujung. Ada yang bilang mirip tokoh pewayangan Semar dengan perut buncitnya. Lantaran itulah, tanaman ini diberi nama kantong semar. Bagai bunga pemikat serangga karena daun tanaman ini mengeluarkan madu pada pinggirannya hinggalicin mirip bunga sejati. Serangga yang salah langkah tertarik oleh cairan manis, akan tergelincir dan masuk kedalam cairan yang mengandung enzim pencerna protein.

Berdasarkan hasil penelitian, di dunia sudah ditemukan 82 jenis kantong semar. Setiap jenis berbeda bentuk dan warna kantong. Ada 64 jenis di Indonesia, yang separuhnya tumbuh di Kalimantan. Sebelum penemuan, ada lima jenis yang tumbuh di Tarakan, yakni hirusta, ampullaria, mirabilis, rafflesiana, dan reinwardtiana.

“Dalam perjalanan ke hutan agathis yang ada di Juata Kerikil juga banyak ditemukan dan tanaman ini cukup banyak ditemukan di Tarakan,” tutur Staf Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dishutamben Tarakan Jaini SHut.

Perjalanan dilanjutkan ke patok 1 di hutan Gunung Selatan menuju hutan Tengkawang. Ditemukan juga sebuah sumur tua peninggalan zaman Belanda yang sudah tidak dimanfaatkan lagi.

Tidak mudah jalan yang dilalui untuk bisa tiba di lokasi yang dituju. Karena melewati bukit yang curam karena longsor yang tersisa hanya jalan setapak yang bisa diukur dengan tangan. Tepatnya 2 jengkal tangan orang dewasa yang di sebelah kanan dan kiri berupa jurang yang berbahaya jika tidak hati-hati. Setiap kali dilalui sedikit demi sedikit tanah disampingnya terkikis.

Tidak hanya jalan bercuram yang dilalui tetapi rawa yang dalamnya selutut orang dewasa dan kemiringan bukit yang harus didaki dengan manual memiliki kemiringan sekitar 40 derajat. Apalagi jalan yang licin akibat hujan membuat petualangan di ekspedisi itu semakin menantang. Ada space yang cantik ketika sampai di tengah hutan. Sebuah sungai kecil yang dialiri air yang di bagian bawahnya terdapat batu bara yang tertanam membuat sungai tersebut semakin indah. Sangat cocok jika bisa dikembangkan menjadi salah satu objek wisata karena hamparan pasir yang luas mempercantik hutan ini.

“Di sini kita masih sering temukan berbagai jenis burung dan hewan seperti bajing yang melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Potensi hutan lainnya di sini juga terdapat pohon Gaharu yang usianya juga diperkirakan ratusan tahun,” tandasnya.

Satu lagi perlengkapan yang harus disediakan kalau menjelajahi hutan ini. yaitu sarung tangan yang cukup tebal karena kita harus berhadapan dengan tanaman yang berduri seperti jenis pandan rawa

Labels: , , ,

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home